running baby-youthcare

running baby-youthcare

YOUTHCAREINTERNATIONAL.COM – Pagi tadi, saat aku menunggu tukang jualan bubur ayam keliling di depan rumah, ada pemandangan unik yang mungkin sering kita lihat, Raisya, aku lupa nama lengkapnya siapa, gadis balita imut yang menggemaskan. Dia bersama kakeknya yang sudah berat untuk jalan, sementara Raisya yang baru 3 tahunan tampak sangat antusias. Inginnya lari saja, sementara sang kakek terpongoh mengejarnya. “Jangan lari nanti jatuh!” demikian teriak sang kakek setengah batuk.

Ucapan adalah doa, demikian pula terjadi pada Raisya. Dia tersungkur jatuh saat berlari, masih di jalan komplek rumahku. Raisya menangis, setengah menjerit. Sang kakek sabar mendekat dan menggendongnya.

“Kakek sudah bilang jangan berlari, tuh jatuh kan!” demikian ucap sang kakek.

Raisya makin keras menangis, seolah bukan itu yang dibutuhkan. Saat dekat denganku, aku mencoba memberikan masukan berbeda
“Wah kenapa nih Raisya nangis? anak manis kok nangis?”

Sang kakek seolah mewakili Raisya menjawab “Jatuh nih, Om. Abisnya lari sih.”

Aku menimpali, “Wah, Raisya mau jadi atlet lari tuh, Kek. Makanya lari, kalo atlet jalannya pelan mah kalah lomba larinya.”

Ajaib! Sambil kuusap rambutnya dan melihat luka di kaki yang terlihat lecet, Raisya memandangku dan terdiam dari tangisnya. Singkatnya Raisya kembali berlari, dan jatuh, dan lari lagi, dan jatuh lagi. Tapi kini kakeknya mencoba ikut menyemangati seperti ucapanku “Ayo, Raisya! Kamu mau jadi atlet!”

Kawan,
jutaan raisya kecil yang lain butuh dukungan,
bukan kemarahan atau larangan,
hanya butuh support dan arahan,
bagaimanapun mereka sedang giat mengekpresikan diri,
selagi itu baik maka dukunglah.

jiwa anak-anak penuh semangat,
penuh gelora dan pantang menyerah,
kadang kitalah yang tanpa sadar membuat mereka kecil nyalinya.

WINNING SPIRIT,
belajarlah dari anak-anak, tak ada kata menyerah dan kalah. (nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *