byan mordor

“Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia”

Nidji-Laskar Pelangi

 
byan mordor

Setiap orang pasti memiliki harapan, mimpi, doa. Tak peduli apakah hal tersebut adalah hal besar ataukah hal kecil. Yang jelas setiap manusia di dunia ini memiliki sebuah doa bernama: Mimpi.

Ya! Doa itu bernama Mimpi.

Setiap manusia hidup bersama aktivitasnya sehari-hari. Dan pasti di dalam aktivitas-aktivitasnya tersebut ada keadaan hati yang naik dan turun. Tapi ada sebuah hal yang membuatnya terus bertahan dan tak berputus asa, yakni harapan atau impian. Harapanlah yang akan terus membuat manusia bertahan, bahkan harapan meningkatkan kapasitas seseorang tanpa henti. Orang yang percaya pada harapannya dan berusaha untuk menggapainya, maka perjalanannya akan dibersamai oleh sebuah kekuatan besar menuju harapannya tersebut. Selalu ada jalan bagi mereka yang percaya pada mimpi-mimpinya.

Perkenankan Saya disini untuk berbagi sebuah hal besar. Sebuah doa yang bernama mimpi.

Pertengahan Tahun 2013 adalah permulaan saya lulus dari Husnul Khotimah, SMA saya yang berlokasi di Kuningan. Tahun itu adalah awal dimana saya bergerak kesana kemari untuk mendaftar ke berbagai perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Keinginan saya waktu itu ingin belajar di Al-Ahgaff University-Yaman atau Al-azhar University-Mesir. Karena pada waktu itu saya berfikir bahwa universitas itu baik bagi saya untuk belajar. Namun keinginan saya pada saat itu belum cukup kuat dan belum banyak informasi mengenai kuliah di Al-Ahgaff University. Saya pun gagal dalam ujian masuk universitas tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk fokus ke Al-Azhar University, Mesir. Tatkala saya berkonsultasi bersama orang tua saya, mereka menyarankan “Kalo ngga di Saudi, mesir aja. Tapi usahain Saudi aja dulu a”. Entah mengapa saya pun tetep kekeuh untuk mendaftar Al-azhar mesir. Saya lalu membatalkan beasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Namun, naas menimpa saya dan teman-teman yang berencana berkuliah di Mesir. Lima hari sebelum tes dilaksanakan, Kementrian Agama mengumumkan pembatalan tes disebabkan konflik yang ada. Alhamdulillah sebelumnya saya telah mendaftarkan diri di LIPIA Jakarta untuk program bahasa Arab, peluang saya untuk berkuliah pun “terselamatkan”.

Saat berkuliah di LIPIA, keinginan saya untuk bisa berkuliah di Timur Tengah masih ada. Saya selalu bilang kepada diri saya kalau saya harus keluar negeri tahun 2013. Hanya menghabiskan satu tahun disana pun sudah cukup. Tapi orangtua saya tetap bersikukuh dalam sarannya untuk saya berkuliah di Arab Saudi saja. Saya pun harus mengabaikan pendaftaran kuliah ke Timur Tengah yang ada di tahun 2013.Lalu saya tersadar, jika rencana saya berkuliah di luar negeri di tahun 2013 akan membebani orang tua saya dalam urusan keuangan. Akhirnya saya memutuskan untuk move on , menerima kenyataan kalau saya harus berkuliah di LIPIA Jakarta sambil merapikan ulang beberapa perencanaan-perencanaan yang ada.

Saya lalu mengikuti SUPERCAMP 17 YouthCare. Disana saya belajar banyak tentang impian-impian besar bersama para peserta lain. Saya pun menuliskan impian untuk umroh di bulan Februari 2015. Entah bagaimana caranya, yang jelas saya yakin saya akan pergi umroh pada bulan itu.

Rasakan dahsyatnya dirimu di Supercamp

Rasakan dahsyatnya dirimu di Supercamp

***

Perjuangan untuk selalu belajar menuju impian pun dimulai. Saya pun lalu belajar banyak tentang pentingnya berdoa, bersedekah (berbagi) dan pengorbanan dalam meraih mimpi-mimpi saya.

Dalam berdoa saya belajar untuk selalu menerapkan konsep “Allah dulu-Allah Lagi-Allah Terus” yang di sampaikan oleh Ust. Yusuf Mansur. Setiap harinya saya coba terapkan konsep tersebut dari mulai bangun tidur sampai selesainya hari. Saya selalu menuliskan “King Saud University (Insya Allah)” di dalam CV saya bagian kolom riwayat pendidikan setiap mengisi Training. Saya percaya bahwa ikhtiar tersebut adalah ikhtiar penguatan doa saya.

Dalam hal bersedekah saya mencoba meyakini bahwa kunci “ditolong” adalah “menolong”. Maka saya coba terapkan ini sedikit demi sedikit. Setiap hari, setiap pulang dan setiap mampir di Pom Bensin, saya coba berderma ke kotak infaq yatim piatu yang ada disana. Saya mencoba mempertahankan bersedekah Rp. 5000 setiap harinya. Meski kadang lupa, kadang lebih kecil dan sering kelewatan.

***

September 2014, nama saya terdaftar dalam pengumuman daftar mahasiswa baru asal Indonesia di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Alhamdulillah saya bisa membebaskan beban keuangan orangtua saya untuk membiayai saya kuliah. Tanggal 2 November 2014 saya terbang ke luar negeri untuk pertama kalinya. Akhirnya saya bisa merealisasikan mimpi saya, menginjak tanah Haram pada akhir 2014, meski tanpa penginapan dan harus mencoba mencari jalan bersama senior.

 byan1byan

 

Milikilah impian, “sekonyol” apapun itu arahkan dengan akal menjadi sebuah kontribusi utk kehidupan yang lain.
Arahkan impian itu menjadi jawaban pertanggungjawaban di kehidupan yang sebenarnya.
Jikalau ada orang lain yg menertawakanmu, tertawalah bersama mereka. Sebab mereka tertawa dalam semu dan engkau tertawa dalam keberlimpahan.
Mudah2an kita semua menjadi kenyataan atas doa2 mimpi, bualan2 berkeimanan, dan ke”konyol”an dengan keyakinan besar kita.
Baarakallahu lakum 🙂
Terimankasih untuk seluruh orang2 yang pernah dan selalu menghadirkan kebaikan dalam kehidupan ini.

LUAR BIASA! Salam Resolusi! Semoga bermanfaat!

Riyadh, 01 Februari 2015

Byan Aqila Ramadhan

www.pembualmimpi.blogspot.com

Student at King Saud University, Riyadh Saudi Arabia


CEO of QOWSAN Training

QOWSAN Training Saudi Intl Link

Ranger of Youthcare International

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *