our dream

Setiap kamu pasti pernah bermimpi, berawal dari kamu tidur maka muncullah mimpi-mimpi indah. Mimpi menjadi pengusaha, menjadi dokter, nenjadi jutawan, dan lain-lain. lalu apakah dari mimpi tersebut bisa menjadikanmu sukses?

lalu bagaimana dengan impian?

Secara sederhana,  IMPIAN adalah sebuah HASRAT yang benar-benar kita inginkan, dan apapun kondisinya HARUS TERWUJUD. Maksud dari HASRAT adalah seperti ketika kita berhasrat ingin ke kamar kecil, apa jadinya jika kita  tetap menahan dan tidak mewujudkannya ?

Seperti itu pulalah HASRAT yang harus kita miliki ketika memiliki sebuah keinginan.

Thomas Alfa Edisson mengatakan, jika kita telah memiliki sebuah IMPIAN maka artinya 90% kita telah berhasil. Sisanya 10% adalah masalah teknis.

Waw benarkah hal itu ?

Coba renungkan menurut Anda, kira-kira hal apa yang mampu untuk mendorong Edisson untuk tetap tabah menghadapi 10.000 kali kegagalan ?

Sebenarnya dalam proses menemukan bohlam lampu itu Edisson tidak sendirian, dia ditemani oleh gurunya, Joseph W. Swan. Tapi yang kita kenal saat ini hanya Thomas Alfa Edisson. Karena dialah yang akhirnya berhasil melewati ribuan kegagalan itu. Bayangkan jika pada saat percobaan ke 9.999 dia berhenti, mungkin saat ini kita masih menggunakan lilin. Ketika beli mobil tidak ada lampunya, tapi menggunakan lilin, jika tertiup angin langsung padam. Makanya jangan pernah menyerah sebelum berhasil.

rw

Ada pula yang mendefinisikan IMPIAN sebagai VISI. Sesuatu yang belum ada tapi kita bisa melihat itu nyata dan harus terwujud. Diibaratkan seperti seorang arsitektur yang ingin membangun sebuah apartemen. Dia sudah bisa membayangkan dan melihat itu nyata dalam pikirannya. Kemudian dituangkan ke dalam blue print dan memajang gambarnya di depan tanah yang akan dibangunnya.

Lantas, apa pentingnya sebuah IMPIAN ?

Bagi sebagian orang, mereka tidak begitu peduli dengan Impian. Yang penting bisa hidup, hidup ini seperti air. Biarkan ia mengalir begitu saja dan jangan melawan arus. Sayangnya, air yang mengalir itu selalu mencari tempat terendah. Dan ujung-ujungnya ke laut.

Bayangkan pula jika ada sebuah perahu layar yang tersesat di tengah samudera. Perahu ini hanya bergerak berdasarkan arah angin. Jika angin ke utara perahu ini ke utara, dan jika ke barat ikut ke barat pula. Dan jika tidak ada angin maka tidak bisa bergerak. Lantas kapan perahu ini bisa sampai ke daratan ?

Impian itu merupakan tujuan. Jika kita naik taxi pasti sopirnya bertanya, “Mau kemana?” kalau kita jawab, “Saya juga tidak tahu, terserah sopir saja mau kemana.” Si sopir taxi pasti bilang, “Kayaknya lebih baik diantar ke RSJ aja ni orang” Begitulah kira-kira gambarannya jika kita hidup di dunia ini tanpa punya impian.

Impian juga bertindak sebagai bos atau atasan kita. Ketika kita bekerja akan ada pengaruhnya jika sedang ada bos yang mengawasi, kita lebih rajin. Berbeda halnya kalau kita sedang sendiri, biasanya sedikit lebih santai. Nah, di sinilah peranan impian kita. Saat kita menginginkan sesuatu maka impian itulah yang memaksa kita untuk rela menguras tenaga, waktu dan pikiran hanya untuk mewujudkannya.

Apakah Anda lebih suka yang gratis atau yang harus bayar ? Bermimpi itu gratis,  jadi jangan pernah tanggung-tanggung untuk bermimpi. Karena kemampuan manusia hanya sebatas di pikirannya saja. Kalau di pikirannya dia mengatakan dia punya uang seratus ribu maka dia bisa menghasilkan seratus ribu. Tapi jika di pikirannya bilang seratus juta maka dia akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan seratus juta.

Oke, sekarang saya sudah punya Impian. Tapi lingkungan saya suka berkata itu mustahil dan ketinggian.

 DareDreamDo

Bagaimana caranya untuk menjaga Impian ?

Pikiran itu seperti rumah bagi kita, apakah Anda mau ketika Anda sedang menyapu kemudian ada yang melempar sampah. Omongan lingkungan sekitar kita juga seperti itu. Mereka melemparkan sampah ke pikiran kita dengan mengatakan hal-hal negatif bahkan berusaha menguburkannya. Jadi kita harus menjaga agar pikiran kita tetap bersih dengan tidak terlalu mempedulikannya dan tetap fokus untuk memperjuangkannya.

Selain itu kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang sama-sama punya Impian. Karena ketika bersama kita merasa tidak sendirian, masih ada orang lain juga yang sama-sama berjuang. Kita pun akan saling menyemangati dan memberi dukungan.

Hal yang terpenting dari itu semua adalah mem-VISUALisasikan Impian kita. Bisa dengan menuliskan impian-impian kita dan menempelkannya di dinding kamar atau di pintu kamar. Jadi ketika kita keluar masuk kamar maka kita selalu melihat dan selalu mengingat impian kita.

Bisa juga mencari gambar-gambar yang mewakilinya, misalnya ingin ke Paris. Maka kita cari gambar menara Eifel kemudian ditempelkan bersama tulisan-tulisan itu. Kita sebut ini dengan “Dream Board.” Hal ini sangat membantu kita karena lebih jelas dengan gambarnya sehingga terasa lebih nyata.

Cara lain, kita bisa mengumpulkannya dalam sebuah album foto. Dan inilah yang disebut “Dream Book”. Buku yang berisi impian-impian kita. Konsepnya sama dengan Dream Board hanya saja berada dalam buku. Jadi kemanapun kita pergi, kita bisa membawanya. Ketika kita sedang sedih, galau, patah semangat, maka bukalah Dream Book tersebut dan lihat kembali bahwa kita masih punya impian yang harus diperjuangkan. Dari sinilah semangat kita bisa kembali. Dan hal terpenting dari semua visualisasi tersebut, tuliskan target kapan ingin tercapainya Impian tersebut.

Menanggapi statement pada awal artikel ini, apakah Impian bisa mempengaruhi kesuksesan kita?Impian itu sebuah pikiran, Right ?Apakah kita bertindak dulu ataukah berpikir dulu sebelum bertindak ? Tentu saja pikiranlah yang mengawali semua hal, kita rencanakan dahulu.

Dari PIKIRAN ini akan muncul UCAPAN (perkataan), kemudian akan jadi TINDAKAN, hal yang kita lakukan terus menerus akan menjadi KEBIASAAN, jika kebisaan ini berlangsung lama maka akan menjadi KARAKTER, karakter inilah yang menentukan keSUKSESan atau MASA DEPAN kita. Jadi kalau kita tarik ulang alur KESUKSESAN ini semua berasal dari, IMPIAN.”

Apakah Anda siap untuk memiliki IMPIAN ???

Salam Semangat!!

(Sulis Tiyono)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *